Zytglogge Tower, Inspirasi Teori Relavitas Einstein

0
462
Zytglogge Tower, Swiss, foto: ist

Onweekend- Jam berukuran raksasa kerap menjadi tujuan wisata bagi sebagian pelancong. Sebut saja Big Ben di Inggris, Menara Abraj Al-Bait di Makkah hingga Jam Gadang di Sumatra Barat, Indonesia. Bukan tanpa alasan, menurut traveler, jam-jam besar itu memiliki keunikan arsitektur dan nilai sejarah tersendiri. Pada dasarnya semua sama. Benda berjarum itu hanya mampu menunjuk waktu.

Tak seperti yang lain, Menara Zytglogge di Bern, Swiss lebih inovatif dari kebanyakan jam raksasa yang kita tahu. Tak hanya menunjuk soal waktu, Zytglogge juga bisa disebut dengan jam astronomi yang mampu menunjuk hari dalam seminggu, fase lunar, waktu dan tanggal hingga zodiak hari ini.

Jika berkunjung ke sini, anda akan dihibur dengan badut yang menari di di dinding menara. Bertemu dengan beruang dan tokoh berlapis emas bernama Chronos yang saban waktu membalik jam pasir.

Laman BBC melansir, seorang petugas bernama Markus Marti mengatur perputaran waktu di Zytglogge sejak 40 tahun terakhir. Markus atau dua orang asistennya rutin memutar waktu dengan cara menarik seperangkat batu ke atas tower dengan tinggi 54,5meter. Lantas jarum akan bergerak turun dan lonceng perunggu seberat 1,3 ton mulai berdentang.

Menara yang dibangun pada tahun 1500 ini dulunya merupakan bagunan sebuah penjara tua. Jika Anda berkeliling ke dalam menara, Markus akan akan menunjukkan bagaimana jam itu bergerak, dan kemudian membuat jam berhenti berdetak. Suasana tiba-tiba hening saat Zytglogge dihentikan. Anda akan merasa waktu benar-benar berhenti dan butuh jeda beberapa saat untuk menyadari bahwa anda hanya sedang berwisata.

Begitulah waktu dalam Zytglogge mengalir.

Konon, Zytglogge adalah inspirasi terbesar ketika Albert Einstein menemukan teori relavitas waktu. Ketika fisikawan ini sedang menaiki trem, dari kejauhan dia melihat jam di Zytglogge sedang berhenti sementara jam di tangannya masih terus berdetak. Waktu adalah sesuatu yang relatif.

Hal itu terjadi ketika Einstein masih bekerja sebagai seorang juru tulis biasa dengan gaji minim. Lokasi Zytglogge terletak tak jauh dari rumah sang ilmuan. Dan uniknya, bangunan rumah lama Einstein dijaga agar tetap tua, masih seperti tahun 1905 saat Einstein dan keluarga kecilnya tinggal di sana. Waktu terasa benar-benar berhenti di Zytglogge. (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here