The Sellout Menjadi Pilihan Juri Man Booker Prize

0
410
Novel The Sellout
Novel The Sellout, foto: huffingtonpost.com

OnWeekend – Amerika Serikat merupakan Negara besar yang penduduknya beragam. Selain warga kulit putih (Anglo – Saxon), terdapat pula Afrika – Amerika orang kulit hitam, Hispanik, Cina dan etnis Indian yang merupakan orang-orang asli yang mendiami Amerika pertama kali.

Untuk menyatukan keberagaman tersebut, diperlukan suatu hukum atau yang menjamin adanya persatuan, keadilan, persamaan dan jaminan terhadap hak warga Negara. Namun, setelah adanya hukum yang mengatur pun, isu tentang masalah ras kadang kerap muncul. Amerika mempunyai sejarah yang panjang terhadap isu yang satu ini.

Novel The Sellout,  karya Paul Beatty, seolah membawa imanjinasi pembaca kepada kondisi rasialisme di Amerika. Seperti dikutip dari Reuters, Beatty menyampaikan  masalah Rasialisme  di Amerika Serikat dengan gaya satire.

Lewat tokoh utamanya, Bonbon, berusaha meletakan kembali kotanya, California, yang sempat dihapus dari peta melalui perbudakan dan diskriminasi di sekolah menengah.

Beatty menulis Novel The Sellout dengan kata-kata yang lugas tapi juga dibumbui dengan simbol-simbol filosofis. Beberapa kalimat yang ada dalam novel itu mungkin akan sedikit menyinggung. Seperti Ayah yang ditembak polisi atau aktor kulit hitam yang jadi budak Bonbon.

“Berat bagi syaa menuliskannya, berat pula membacanya,”  ujar Beatty.

“Ini meyakinkan saya bahwa apa yang penting bagi saya penting juga buat orang lain,” ujarnya kepada media saat konferensi pers.

Beatty bercucuran air mata saat namanya diumumkan menjadi pemenang Man Booker Prize. Penghargaan itu diberikan di gedung bersejarah London, Guildhall.  Menurut salah seorang dewan juri Man Booker Prize, Amanda Foreman, kemenangan novel The Sellout diperoleh dengan suara penuh.

“The Sellout berhasil menguak seluruh nuansa sosial, semua yang sakral, tetapi juga membuat kita tertawa sekaligus meringis. Ini baru novel, untuk zaman kita.” ujar Foreman.

The Sellout merupakan novel ke-empat Paul Beatty. Dengan penghargaan ini, ia menjadi orang Amerika pertama yang mendapatkan Man Booker Prize. (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here