Tari Asyek, ‘Tarian Kesurupan’ ala Kerinci

0
724
Tari Asyek
Tari Asyek, foto: vimeo

OnWeekend – Tak banyak yang orang tahu tentang Kabupaten Kerinci, kecuali satu hal: gunung. Masuk ke dalam daftar gunung dengan pemandangan puncak paling indah di Indonesia, dan yang tertinggi di kepulauan Sumatra, banyak pendaki memasukan gunung Kerinci ke dalam bucket list yang harus ditaklukan.

Namun, Kerinci tak hanya soal gunung. Tempat ini juga kaya akan budaya. Masyarakat Kerinci termasuk yang paling konsisten mengenang leluhur. Mereka melakukan kenduri sko untuk tetap merasa dekat dengan nenek moyang. Kenduri sko merupakan pilihan wisata budaya yang fantastis.

Dalam rangkaian acara, kenduri sko menampilkan banyak tarian daerah peninggalan nenek moyang. Seperti tari sikapur sirih, iyo-iyo, rangguk, dan masih banyak lagi. Meskipun telah banyak dimodifikasi sesuai dengan perkembangan zaman, kekentalan budaya masih terasa dalam pertunjukannya.

Namun, ada satu hal yang berbeda. Tari Asyek, tarian dengan unsur magis yang kental. Beberapa daerah menyebutnya dengan asik, asek, atau asaik, tergantung dialeg desa masing-masing. Dulunya, tari ini digunakan sebagai sarana pemujaan ruh nenek moyang.

Tari asyek akan membuat sang penari kesurupan. Tubuh mereka jadi tak mempan senjata. Selama pertunjukan berlangsung, penari akan melakukan atraksi menginjak beling atau berjalan di atas bara tanpa melukai diri sedikit pun.

Sebelum melaksanakan pertunjukan, para penari diwajibkan melakukan ritual berupa persembahan untuk nenek moyang, agar atraksi tarian berjalan dengan lancar. (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here