Swiss dan Budaya Tepat Waktu yang Ekstrem

0
1360
Budaya Swiss
foto: listupon.com

Onweekend – Di Indonesia, terlambat sangat dimaklumi. Kamu bisa mengirim pesan teks ‘sorry gue telat’ tanpa merasa bersalah sama sekali. Namun, jangan pernah melakukan itu jika kamu sedang berada di Swiss. Negara ini terkenal sangat intoleran terhadap keterlambatan.

Orang-orang di Swiss menilai waktu bukan hanya soal peralihan dari detik ke menit. Waktu merupakan prinsip dan lebih jauh lagi, waktu adalah cara menghargai orang lain.

Tepat waktu di Swiss termasuk yang sangat ekstrem. Misalnya saja, kamu membuat janji pukul 2 siang, maka kamu harus datang tepat pukul 2. Bahkan, datang lebih cepat pun bukan sesuatu yang bisa dimaklumi. Mereka percaya, tepat waktu akan membuat hidup menjadi lebih efisien dan memberi manfaat lebih bagi keharmonisan hubungan sesama manusia.

“Jika Saya tepat waktu, Saya tak hanya menghargai waktu Anda, namun, Saya sangat menghargai Anda sebagai manusia.” Menurut laman BBC, begitu cara orang Swis menilai waktu.

Ternyata, tak semua turis yang berkunjung ke Swiss nyaman dengan hal ini. Mereka hanya merasakan perubahan positf di Swiss untuk sementara waktu. Misalnya, para turis merasa sangat puas ketika memesan taksi dan tak ada keterlambatan sedikit pun, namun sisanya, kebanyakan turis malah merasa sangat tertekan dengan budaya yang ketat model begini.

Ini masuk akal, karena tak banyak negara dengan budaya tepat waktu seperti Swis. Di Italia atau Amerika misalnya, tak berbeda jauh dengan Indonesia, mereka terbiasa mengirim teks tentang keterlambatan dan hal itu dianggap sangat biasa.

Bagaimana, kamu sudah siap beradaptasi jika berkesempatan berkunjung ke Swiss? (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here