Superhero Tidak Lebih Baik Dari Antihero

0
1257
perbedaan superhero dengan antihero
Dalam pikiran kita mungkin ada perbedaan arti yang mencolok antara superhero dengan antihero

OnWeekend – Belakangan ini semakin marak kita lihat film-film yang diadaptasi dari komik tentang cerita fiksi pahlawan super. Persaingan besar ini tentunya masih didominasi oleh dua kekuatan besar yakni DC Comic dan Marvel. Masing-masing dari komik tersebut menampilkan sosok-sosok yang tidak asing bagi kita. Sebut saja Batman, Superman, Wonderwoman (DC Comic) atau juga Spiderman, Avenger atau Deadpool (Marvel) yang fenomenal. Semua karakter-karakter tadi sudah tampil menghiasi bioskop-bioskop, mereka menghadirkan aksi yang fantastis dalam memberantas segala bentuk kejahatan di muka bumi. Mereka layak disebut superhero. Tetapi tunggu, beberapa dari mereka yang tampil ini juga diberi label antihero. Ya, antihero. Lalu apa itu antihero? Adakah perbedaan yang mendasar sehingga membuat mereka disebut sebagai antihero? apa benar-benar bertolak belakang dengan superhero? Lantas siapa yang lebih baik  di antara keduanya?

Sepintas dalam pikiran kita mungkin ada perbedaan arti yang mencolok antara superhero dengan antihero ini. Baik, lebih lanjut mari kita lihat dari segi kebahasaan. Kita akan mencoba untuk menampilkan perbedaan-perbedaan serta analisis dalam segi kebahasaan dan maknanya. Sebagai acuan makna, tentunya kita akan menggunakan arti leksikal (makna kata) yang diambil dalam beberapa kamus seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga Merriam-Webster. Kita menggunakan kedua kamus ini untuk melihat dan melengkapi pemaknaan dari kedua istilah tersebut diatas, sedang untuk dasar analisisnya kita akan menggunakan sedikit Dekonstruksi Jacques Derrida untuk sekedar “menggoyang” pemaknaan dari kamus tersebut dengan maksud ingin menunjukkan bahwa tidak ada yang lebih superior dari kata superhero dengan antihero ini.

Dikarenakan masih terbatasnya arti dari kata bahasa inggris dari superhero dan antihero ini dalam KBBI, maka tentunya kedua kata ini dipisah, tidaklah berbentuk sama dengan apa yang ditulis dari bahasa aslinya superhero: pahlawan super. Maka jika merujuk KBBI, hanya bisa didefinisikan tersendiri dari kata ‘pahlawan’ dan kata ‘super’.

Pahlawan /pah-la-wan/ n Orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani

Super /su-per/ a Lebih dari yang lain, luar biasa, istimewa

Sedang menurut Merriam-Webster : A fictional hero having extraordinary or superhuman powers; also: an exceptionally skillful or successful person

Diartikan kurang lebih : Pahlawan fiksi yang memilki kekuatan yang luar biasa atau melebihi kekuatan manusia biasa; Memiliki kemampuan yang diatas rata-rata atau manusia yang sukses.

Terlihat jelas dalam pengertian leksikal tersebut diatas, superhero merupakan manusia-manusia yang dalam berbentuk karakter fiksi namun memiliki  kekuatan yang melebihi dari kekuatan manusia biasa secara umum. Definisi di atas sangatlah jelas dalam penjabarannya, sekarang mari kita lihat tentang arti dari antihero.

Anti /an-ti/ p tidak setuju, tidak suka, tidak senang

Merriam-Webster: “A protagonist or notable figure who is conspicuously lacking in heroic qualities”

“protagonis atau figur penting yang kurang memiliki kualitas kepahlawanan”,

Kedua kata superhero dan antihero terlihat sangat bertentangan satu sama lainnya. Disatu sisi superhero haruslah seorang karakter fiksi yang bukan saja memiliki keberanian yang penuh pengorbanan tetapi juga memiliki kekuatan super untuk dapat tentunya, memberantas kejahatan. Sedang pengertian antihero sangatlah berbanding terbalik dengan superhero. Walaupun disebutkan ia sebagai protagonis namun tidak memiliki kualitas-kualitas dari seorang pahlawan.

Lalu, di mana masalahnya?

Dalam pemaknaan tersebut jika kita mau untuk menganalisisnya terdapat beberapa persolan, seperti perbedaan dalam menentukan karakter mana yang layak dikategorikan sebagai superhero atau pun antihero. Pandangan ini akan menjadi bias terlebih jika dalam pemaknaan tersebut memiliki sebuah pandangan yang terlihat bahwa superhero lebih baik daripada antihero. Disinilah letak dari Dekontruksi bekerja, teori ini akan mencoba untuk membokar perihal unsur oposisi biner (berseberangan) yang tidak seimbang antara kedua hal tersebut.

Dekontruksi merupakan sebuah ide yang dijabarkan lebih luas oleh Jacques Derrida, seorang berkebangsaan Perancis yang memiliki darah Algeria. Ide dasar dari analisa ini berasal dari penolakannya atas sebuah logosentrisme dalam ilmu filsafat. Dia menjelaskan bahwa anggapan logosentris yang menganggap adanya sesuatu yang berada diluar sistem kebahasaan kita, yang dalam hal ini bisa digunakan untuk menjadi acuan dalam sebuah karya tulis agar kalimat-kalimat tersebut bisa menjadi kebenaran tunggal patut untuk di pertanyakan kembali. Hal ini penting agar kemudian kebenaran tunggal ini tidak dapat untuk “menguasai” serta tampil sebagai suatu hal yang absolut sehingga menutup ruang adanya kebenaran-kebenaran yang lain.

Jadi jelas tujuan dekontruksi bukan untuk menunjukkan bahwa kebenaran dari hasil analisisnya akan menggantikan posisi tunggal dari kebenaran yang lama. Sebab jika ia memposisikan hasil analisisnya sama dengan kesimpulan yang ia bantah tersebut, tentunya akan membuatnya membantah sendiri kerangka pemikirannya dengan melahirkan bentuk hirarki kebenaran kembali.

Oh ya, lantas siapa yang berhak mengatakan Deadpool atau Batman bukan pahlawan atau err..ya pahlawan?

Persoalan yang muncul kemudian seperti yang kita bahas sebelumnya, dalam pengertian leksikal tadi kita lihat bahwa antihero tidak memiliki kualitas atau standarisasi yang membuatnya menjadi pahlawan. Jika kita lihat kualitas pahlawan itu harus memiliki keberanian, pengorbanan serta hadir sebagai pembela kebenaran. Pertanyaannya, apakah Batman, Deadpool, Wolverine, Hulk atau banyak  karakter lainya yang disebut sebagai antihero tidak memiliki  ketiga unsur tersebut?

Batman mungkin benar tidak memiliki kemampuan yang sangat diluar nalar seperti bisa terbang layaknya Superman. Tetapi dia tetap memiliki kemampuan yang jelas berada diatas kemampuan manusia pada umumnya, bahkan dalam filmya yang terakhir Batman vs Superman:Dawn of Justice ia bisa dengan mudah mengalahkan Superman kalau saja sang ‘pahlawan super’ tersebut tidak menyebut nama ibunya yang kebetulan sama dengan nama ibu dari Batman, kemudian membuatnya luluh untuk mengalahkannya.

Lalu Deadpool, sosok kontroversial ini dalam film terakhirnya rela mengorbankan dirinya untuk dapat menyelamatkan kekasihnya yang diculik oleh penjahat dalam film tersebut, padahal bisa saja dia untuk tidak memperdulikan orang lain kecuali dirinya sendiri. Bahkan, Colosseus salah satu karakter dalam film itu pun mengakui bahwa Deadpool memiliki potensi dalam dirinya untuk menjadi pahlawan super.

Tetapi Deadpool membunuh musuhnya!?

Pertanyaanya bisa dibalik, apakah Superman tidak membunuh? Padahal kita tahu Superman itu adalah salah satu yang dikategorikan sebagai superhero. Masih di film yang sama, Batman vs Superman: Dawn of Justice, terdapat alasan dari Batman yang kemudian bertekad ingin menghabisi Superman adalah karena Superman membunuh banyak orang yang tidak bersalah. Jadi dalam hal ini superhero pun turut membunuh, bahkan lebih sadis korbanya bukanlah musuhnya tetapi para penduduk di kota tersebut.

Persoalan membunuh atau tidak membunuh sebenarnya titik beratnya ada pada persoalan moralitas. Sedang persoalan moralitas ini adalah persoalan yang jelas tidak bisa dilihat hitam putih semata. Terdapat banyak perbedaan pilihan moral, terlebih didasarkan pada realitas kehidupan seseorang yang berbeda beda latar belakangnya kemudian berimplikasi pada tindakan yang akan diambil. Dalam hal ini contohnya, penduduk yang menjadi korban dari akibat Superman melawan musuhnya mungkin akan membenci tindakan yang dilakukannya, seperti yang terjadi pada Batman. Karena bagi mereka tindakan ini salah secara moral. Akan tetapi bagi penduduk bumi ditempat lain, mungkin mereka akan bersyukur memiliki sosok penyelamat hidup seperti Superman karena behasil menyingkirkan musuh pada saat itu, dan pastinya akan tetap menyematkan gelar pahlawan terhadapnya.

Rangkaian dari ketidakseimbangan makna yang terjadi antara superhero dan antihero merupakan kekeliruan yang tidak fair. Satu sisi kita menyematkan gelar pahlawan kepada karakter-karakter yang seakan memiliki gambaran ideal dari sosok pahlawan itu sendiri dan lalu disisi lainnya secara leksikal turut mendiskreditkan karakter-karakter lainnya hanya karena mereka adalah antihero yang secara leksikal pula, memiliki kekurangan dalam sifat-sifat kepahlawanan. Antihero dalam film-film yang ditampilkan ternyata sama seperti superhero lainnya. Dia tetap menjadi pahlawan bagi orang-orang yang telah menyelamatkan hidup mereka.

Banyak sekali sebenarnya sifat-sifat kepahlawanan yang dimiliki oleh para antihero ini yang jika dijabarkan satu persatu akan tidak habis penjelasannya. Mereka tidaklah berbeda sebenarnya dalam melakukan ‘tugasnya’ melawan musuh, jika persolan ini hanya dilihat dari perbedaan motif yang melatarbelakangi mereka untuk menyelesaikannya. Maka siapa yang berhak menjustifikasi bila di akhir penayangan sang penjahat tetap dikalahkan. Keadilan, kedamaian serta kebenaran tetap muncul di film-film antihero ini. Maka ini semua bisa jadi hanyalah bentuk obsesi kita tersendiri yang selalu ingin untuk  “melabelkan” mana karakter yang bisa disebut pahlawan atau mana yang bukan.

Lantas apa kesimpulannya?

Kesimpulan akan kembali pada diri kita sendiri dalam melihat persoalan ini, tentang manakah yang lebih baik diantara superhero atau antihero. Karena seperti yang dijelaskan sebelumya dekontruksi ditujukan bukan untuk mencari ‘yang lebih’ dari sebuah hirarki oposisi biner yang terjadi. Tapi hanya sebatas menjelaskan bahwa ada ‘masalah’ dari pola hubungan keduanya. Terakhir, sebaiknya persiapkan diri kamu karena para antihero ini akan tetap menghadirkan sesuatu yang sama menghibur dan hebatnya seperti para superhero yang lainnya. Selamat menikmati kelanjutan aksi mereka.

 

Kontributor: Aditya Permana

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here