Studi: Peta dan Brosur Masih Penting untuk Traveler

0
602
Ilustrasi peta
Ilustrasi peta, foto: huffingtonpost

OnWeekend – Kita mungkin masih mengandalkan buku-buku panduan, komputer dan ponsel untuk membuat rencana perjalanan, tapi satu cara lama terbukti  masih bertahan dalam dunia pariwisata.

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa brosur sederhana dan peta – yang sering ditemukan di hotel dan kantor turis – masih menjadi andalan ketika kita liburan.

Penelitian yang dilakukan oleh Bentley University Amerika Serikat menemukan bahwa meskipun teknologi mengubah cara kita melakukan perjalanan secara radikal, brosur cetak masih menjadi inspirasi utama untuk kita melakukan sesuatu.

Bahkan, begitu wisatawan sampai ke tujuan mereka – jenis informasi wisata seperti peta dan brosur  lebih diandalkan dibandingkan survei websites. Hasil survei menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh wisatawan dan pengunjung mengambil brosur ketika mereka sampai ke tempat destinasi.

Seperti dikutip dari Lonely Planet, apa yang menginspirasi mereka untuk bepergian, 69% mengatakan materi dicetak merupakan faktor utama dibandingkan dengan 68% dari website.

Secara keseluruhan, 95% dari wisatawan mengatakan rencana mereka secara langsung dipengaruhi oleh informasi dari brosur penunjuk untuk menuju tempat wisata. Empat dari lima mengatakan, mereka akan mengunjungi tempat yang terlihat menarik yang dilihat dari peta dan literatur lain yang mereka baca.

Secara keseluruhan, 78% mengatakan mereka akan mempertimbangkan mengubah rencana yang sudah ada karena membaca sesuatu yang baru di hotel atau kantor wisata.

“Apa yang menarik tentang survei ini adalah bahwa meskipun ada berbagai macam sumber wisatawan gunakan untuk merencanakan liburan mereka, setelah mereka sudah tiba di lokasi, brosur cetak dan panduan adalah tempat pertama mereka berpaling ,” ungkap Ian Cross, peneliti dari Bentley University.

“Pengunjung percaya informasi yang dicetak, informatif, user-friendly dan mudah untuk berbagi dengan teman dan keluarga mereka di perjalanan.”

Survei ini melibatkan lebih dari 1.700 orang di seluruh Amerika Utara, Eropa, dan Afrika Selatan. (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here