Sisi Buruk Dari Secangkir Kopi

0
1110
Secangkir kopi
Kopi, foto: dok

OnWeekend – Seperti halnya dengan rokok, kopi bisa menjadi candu. Tak sedikit orang yang tidak bisa hidup tanpa kopi. Segala aktivitas harus ditemani oleh secangkir kopi. Sepanjang hari kopi tidak henti-hentinya dikonsumsi. Mulai pagi hingga malam bercangkir-cangkir kopi bisa dihabiskan begitu saja.

Biasanya alasan meminum kopi adalah agar tidak mengantuk. Menjaga diri agar tetap terjaga selama rutinitas berlangsung adalah pledoi dari penikmat kopi. Beberapa orang juga meminum kopi lantaran sudah menjadi gaya hidup. Menikmati kopi bukan lagi perkara minuman melainkan soal syarat untuk hidup di lingkup sosial tertentu.

Namun tanpa disadari meminum kopi terlalu banyak dapat menimbulkan persoalan. Ketika kopi sudah menjadi candu, yang muncul kemudian adalah overdosis. Kesehatan peminum kopi adalah yang menjadi sasaran utama dari dampak buruk terlampau banyak meminum kopi.

Adalah asupan kafein yang menjadi biang keladi bagi penikmat kopi. Takaran kafein yang dikonsumi dalam setiap cangkir kopi lah yang menjadi hal yang harus dipertimbangkan agar tak menjadi boomerang bagi penikmat kopi.

Samantha Heller, R.D., ahli gizi klinis di NYU Langone Medical Center, mengatakan bahwa asupan kafein hanya bisa ditoleransi sekiranya sebanyak hanya 400 miligram per hari. Sementara itu kadar kafein dalam kopi siap minum pada umumnya mengandung takaran kafein sebanyak 80-200 mililiter.

Dua sampai tiga cangkir kopi sehari tidak akan menimbulkan apa-apa, tapi jika pada cangkir selanjutnya kamu mengalami masalah, sudah seharusnya kamu menyadari sesuatu yang buruk baru saja terjadi.

Biasanya dalam kasus overdosis kopi, penikmat kopi akan mengalami mual, pusing, dan merasa ingin pingsan. Kesemua itu bisa jadi tanda awal yang akan kamu rasakan dan nantinya akan bermuara menuju gangguan jantung dan tekanan darah tinggi.

“Overdosis dapat menyebabkan gangguan irama jantung, vasokonstriksi, serangan jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi pada populasi tertentu,” kata Adam Splaver, M.D., seorang ahli jantung di South Florida, dikutip dari National Geographic.

Adam Splaver juga mengatakan untuk meminimalisir efek buruk kafein dalam tubuh, yang bisa dilakukan adalah berolahraga dan perbanyak minum air putih. Kedua cukup ampuh untuk sekadar membantu menghilangkan dengan cepat kafein dalam tubuh.

Ketahui sejak dini apakah kamu sudah termasuk orang yang overdosis atau tidak. Dengan begitu resiko terserang berbagai penyakit bisa secepatnya dihindari. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here