Seorang Remaja Menjadi Jutawan Karena Memberi Nama Bayi

0
176
Beau Jessup, pendiri situ jasa nama bayi, foto: ist

OnWeekend – Akan sangat menyenangkan memiliki pekerjaan ‘mudah’ sekaligus menghasilkan banyak pundi-pundi uang. Seperti itulah yang dialami oleh seorang gadis bernama Beau Jessup, 16 tahun. Beau bukan seorang karyawan sebuah perusahaan terkemuka. Namun uang yang ia hasilkan lebih banyak dari yang Anda bayangkan. Beau bisa memperoleh uang sekitar Rp.840 juta dari situs yang dibuatnya untuk membantu memberikan nama bayi.

Ide membuat situs jasa nama bayi berawal dari kunjungannya ke Tiongkok. Pada saat sedang makan bersama teman-temannya, Beau diminta untuk menamai seorang bayi dengan nama Inggris. Di Tiongkok menamai bayinya dengan nama barat dipercaya penting untuk kepentingan studi dan bisnis dengan Inggris.

Dalam situs yang dibuat oleh Beau, ada mekanisme tersendiri dalam proses pemberian nama bayi. Mereka harus memilih 5 dari 12 sifat-sifat yang mereka harapkan agar si bayi bisa tumbuh sesuai harapan. Mekanisme tersebut juga sudah disesuaikan oleh Beau dengan tradisi pemberian nama orang Tiongkok yang berpatokan pada 5 unsur ( tanah, air, api, logam, dan kayu). Kemudian ia akan mentukan nama Inggris yang cocok dengan sifat-sifat yang sudah dipilih tadi. Setiap nama diberikan oleh Beau bernilai sekitar Rp.100 ribu.

Beau mengatakan ia sangat kaget ketika untuk pertama kalinya ada yang memintanya memberikan nama seorang bayi. Ia merasa tak cukup layak memberi nama bayi seseorang yang tidak dikenal sebelumnya. “Saya benar-benar tidak memenuhi syarat atau cukup relevan dalam kehidupan bayi tersebut untuk menjadi orang yang memberikan nama,”Dikutip dari BBC.

Keseriusan Beau menekuni bisnis ini tampak setelah ia mengetahui bahwa orang-orang Tiongkok sangat senang dengan budaya barat, meski akses mereka dibatasi oleh ketentuan-ketentuan yang dibuat pemerintah Tiongkok. Bagi orang-orang Tiongkok, apapun yang berhubungan dengan barat bisa dijadikan rujukan untuk menamai bayi mereka.

“Kalau sudah mengenal barang-barang mewah dan hal-hal seperti Harry Potter, film Disney dan Lord of the Rings maka mereka menggunakan nama-nama itu sebagai acuan. Saya pernah mendengar ada yang bernama Gandalf dan ada pula yang dipanggil dengan nama Cinderella,” kata Beau.

Kesuksesan situs tersebut adalah kejutan yang menyenangkan bagi dirinya. (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here