Sensor Video Renang PON: di Indonesia Atlet Dan Kriminal Beda Tipis

0
563
twitter/arifrahman0909

Onweekend – Secara teori, bergerak di dalam air membutuhkan energi 780 kali lebih besar daripada di darat. Tetapi hanya para perenang yang betul-betul memahami kesulitan itu. Mereka melatih diri dengan tekun setiap hari. Dan TV atas nama lembaga sensor membuat seluruh badan perenang buram, kecuali wajah. Apa bedanya dengan penjahat tanpa muka di tayangan investigasi?

Olahraga renang bukan sekadar nyemplung di air lalu kepak-kepik tangan dan kaki. Renang melibatkan teknologi mutakhir, salah satunya baju renang berkualitas. Sebagai catatan, atlet renang bahkan mencukur habis bulu halus di tubuhnya semata-mata demi mendapat waktu terbaik. Sebab, bulu halus dapat memperlambat gerakan perenang sewaktu berada di air. Tak heran hampir semua perenang berpotongan cepak, atau setidaknya menggunakan penutup kepala.

Catatan waktu perenang putra dan putri tidak pernah seimbang. Pria lebih unggul sejak dulu. Namun bukan hanya perbedaan tenaga yang menyebabkan itu. Perenang putra cuma mengenakan celana, sedangkan atlet putri mengenakan swimsuit yang lebih tertutup. Teknologi swimsuit selalu berkembang, dari pemilihan bahan sampai pola, sehingga memungkinkan perenang bergerak lebih cepat.

Sebelum era 50an teknologi baju renang bisa dibilang belum berkembang. Pada Olimpiade Melbourne 1956 perusahaan pembuat baju renang, Speedo memperkenalkan nylon sebagai bahan terbarunya. Nilon dianggap lebih ringan dan resisten terhadap air. Dalam perkembangannya, bukan material saja yang berubah pada baju renang, tetapi juga pola. Dua dekade terakhir swimsuit mengalami lompatan pesat melalui bahan Polytherine dan pola yang lebih ketat. Rekor baru dunia pun bermunculan. Tetapi masalahnya bukan di situ.

Perenang putri Prancis, Julie Blaise pernah tampil di Olimpiade Barcelona 1992. Ia mengenakan swimsuit nilon dengan lengan terbuka lebih lebar, segitiga lebih tajam di area pangkal paha, dan bagian punggung terbuka. Julie memang tidak mendapat emas, tetapi swimsuit yang ia kenakan di kemudian hari diadopsi sejumlah pabrikan dan digunakan para atlet.

Apakah kita menghendaki perenang putri berlomba dengan baju renang tertutup dari ujung kepala sampai mata kaki. Barangkali tidak, tetapi yang paling mungkin adalah dengan memburamkan seluruh badan kecuali wajah.

Urusan blur memblur sudah diatur dalam UU No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran. Walaupun KPI tidak punya kewenangan menyensor, tetapi lembaga ini sering disudutkan jika menyangkut urusan penyiaran. Itu wajar saja. Namun terkait tayangan sensor PON Jabar, CNN Indonesia bisa jadi terlalu ‘kreatif’. Toh, dalam sebuah tayangan renang putri yang lain lembaga penyiaran itu sama sekali tidak melakukan blur. Agustus lalu, TV swasta juga tidak menyensor tayangan cabang olahraga renang putri.

Tayangan cabang renang PON Jabar yang disiarkan CNN Indonesia menuai kontroversi. Netizen terbelah dua, ada yang mendukung, sebaliknya mengecam tindakan itu. Politikus Partai Demokrat Ulil Abshar Abdalla melalui akun twitter mengatakan kebijakan yang tak masuk akal seperti ini sudah seharusnya diprotes. Sementara netizen yang mendukung antara lain berpendapat bahwa tayangan TV ditonton semua kalangan, termasuk anak-anak. Artinya blur diperlukan untuk menjaga keselamatan anak-anak dari materi dewasa.

Yang pasti, blur sudah menjadi tradisi penyiaran di Indonesia. Bahkan sebagian masyarakat mendukung, seolah-olah membebankan tugas edukasi kepada televisi sepenuhnya. Barangkali anak-anak sekarang akan memaknai tayangan olahraga renang sebagai sesuatu yang mengandung unsur pornografi dan tidak mendidik. (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here