Sejarah Kembang Api di Tahun Baru

0
677
sejarah kembang api
Fireworks, foto: focalpointpositioning.com

OnWeekend – Tahun 2016 sudah mencapai garis finis bertukar tempat dengan tahun 2017 yang mulai bergegas sejak semalam, dipandu oleh warna-warni langit, bunyi-bunyian yang memekakkan telinga, dan wajah-wajah senang, 2017 mulai melanggeng lewat garis start dengan jumawa.

Apa yang istimewa dari tahun baru?, toh ia hanya batasan yang dibentuk oleh manusia untuk menentukan waktu, hari masih tetap sama saja, pagi pertama di tahun 2017 masih memberikan kesejukan seperti sebelumnya.

Tentu saja, tahun baru adalah momentum merefleksi diri setelah satu tahun bergulat dengan kehidupan, membakar segala yang sudah berlalu di belakang, mengusir segala kesialan yang terjadi pada tahun yang baru lewat.

Sebab itulah momentum pergantian tahun tahun selalu diisi oleh perayaan kembang api yang menampilkan kilatan indah di langit di penghujung malam.

Kembang api adalah hal wajib dalam setiap perayaan tahun baru, semua negara, kota, bahkan bisa saja desa menyambut tahun baru dengan kembang api. Lalu pertanyaannya, sejak kapan kembang api ditemukan?

Dipercaya bahwa sejak 200 tahun sebelum masehi bangsa China sudah menemukan bubuk mesiu, yang notabene adalah bahan utama dalam membuat kembang api.

Alkisah, seorang juru masak di China hendak melakukan ujicoba dengan mencampur sulfur, potassium, batu bara, dan nitrat, ia kemudian memasukan unsur-unsur tersebut ke dalam tabung yang terbuat dari bambu dan kemudian dibakar, jelas saja hal itu kemudian menyebabkan sebuah ledakan.

Banyak yang percaya bahwa kisah di atas tersebut adalah awal mula dari penemuan bubuk mesiu. Namun catatatn sejarah menyebutkan bahwa kembang api digunakan pada abad ke- 19, tepatnya pada masa dinasti Song.

Seorang pendeta bernama Li Tian membuat petasan yang bertujuan untuk mengusir setan, karena dipercaya bebunyian petasan tersebut mampu menakuti roh-roh jahat. Sejak saat itu petasan rasanya tak pernah absen dalam perayaan bangsa China, termasuk dalam hal merayakan tahun baru imlek. Sebab bagi mereka, dengan membakar petasan pada malam tahun baru akan mengusir kesialan pada tahun sebelumnya dan berharap pada tahun baru akan diberikan keselamatan dan keberuntungan.

Lantas bagaimana kempang api bisa ada di seluruh dunia?, jawabannya karena penjelajah asal Italia. Dikutip dari laman sains.me, menyebutkan bahwa Marco Polo berjasa dalam menyebarkan bubuk mesiu ke tanah Eropa pada abad ke – 13, yang lalu tak hanya digunakan untuk membuat kembang api tapi juga untuk memproduksi senjata api. Persebaran di tanah Eropa inilah yang kemudian menjadikan kembang api bisa merambah ke seluruh dunia. (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here