Rasa Pedas yang Menyatukan Batak

0
730
andaliman
Andaliman sebagai penambah rasa pedas, foto: ist

OnWeekend – Hampir semua makanan dari pelbagai daerah di Indonesia memiliki menu masakan yang pedas. Seperti juga hampir semua rasa pedas itu bersumber dari cabai atau merica, kecuali daerah Sumatera Utara yang sampai saat ini masih setia dengan rasa getir Andaliman.

Sulit menemukan makanan dari daerah lain yang menggunakan andaliman sebagai penambah rasa pedas, andaliman sering digunakan dalam masakan Batak seperti Arsik Ikan. Sensasi andaliman akan membuat lidah kamu bergetar dan kemudian terasa kelu.

Rasa pedas yang khas dari andaliman berasal dari semacam toksin yang berbentuk minyak hydroxyalpha sanshool.

Ada kesamaan antara andaliman dengan Sichuan Pepper yang berasal dari China, namun keduanya dibedakan dari kapan waktu memetiknya, kalau Sichuan Pepper dipetik ketika sudah merekah, andaliman justru dikosnsumsi saat masih hijau. Perbedaan waktu mengonsumsi itu berpengaruh pada rasa pedas yang berbeda pula.

Andaliman merupakan tumbuhan asli Batak yang tidak dibudidayakan atau tumbuh secara liar.

Seperti danau Toba yang merupakan perekat pelbagai suku di Batak pun begitu dengan andaliman, sebab tumbuhan ini digunakan oleh hampir semua suku di Batak. Namun ada beberapa perbedaan dalam penyebutan andaliman, misalnya masyarakat di Mandailing menyebutnnya sinyarnyar, sedangkan untuk suku Karo Dairi menyebutnya tuba.

Bagi orang Batak, masakan akan berasa aneh kalau rasa pedasnya berasal dari cabai atau merica. Memang hati bisa saja berbohong, tapi lidah tidak.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here