Pria Buta Pecahkan Rekor El Capitan di Amerika

0
488
Pria buta pecahkan rekor panjat tebing di Amerika Serikat
Pria buta di Amerika Serikat pechakan rekor panjat tebing, foto: ist

OnWeekend – Perkenalkan namanya Erik Weihenmayer. Ia adalah pencetak rekor panjat tebing paling terjal di Amerika Serikat. Bukan rekor biasa karena Erik adalah orang buta pertama yang berhasil memecahkan rekor tersebut. El Capitan merupakan salah satu tebing paling terjal yang ada di alam Amerika. Erik menghabiskan 24 jam untuk mencapai puncak tebing El Capitan.

Dalam pendakian Erik tidak sendirian. Sejumlah nama tenar seperti Hans Florine (pemegang rekor memanjat El Capitan sebanyak 177 kali), Timmy O’Neillm, Geoff Tabin, dan Charley Mace turut serta mendaki bersama Erik. Tim memilih East Buttress sebagai rute pendakian mereka, merupakan jalur terpendek untuk mencapai El Cap, terdiri atas 11 puncak dengan tinggi 1.500 kaki vertikal.

Rute yang dipilih oleh tim membuat Erik semakin optimis bisa mencapai puncak tebing. “Rute East Buttress membuat saya yakin, dapat melakukannya (mencapai puncak) dalam satu hari,” ujar Weihanmayer, dilansir National Geographic.

Dalam upaya pemanjatan, Florine bertugas sebagai pemimpin pemanjatan. Florine akan mengulurkan tali seusai dirinya berada di bagian atas setiap puncak. Ia akan mengarahkan tali untuk Erik. Sementara Mace yang memanjat tali Florine dan membetulkan pelindung. Kemudian, ia akan memberi petunjuk (secara verbal) pada Erik yang berada tak jauh darinya.

Florine sangat kagum dengan usaha yang dilakukan Erik saat memanjat tebing terjal tersebut. “Ini sungguh menegangkan melihat Erik memanjat,” kata Florine. Bahkan dengan instruksi lisan langsung, ia masih harus menemukan tali penahan dengan tangannya. Ini merupakan hasil dari kekuatan dan keuletan. Florine melanjutkan, “Ia (Erik Weihenmayer) terus memanjat dengan satu lengan terkunci, sementara tangan lainnya menyapu tebing,” jelas Florine, dikutip dari National Geographic.

Erik kehilangan penglihatannya sejak masih remaja. Ia menderita penyakit bernama retinoschisis. Lalu hobi panjat tebingnya baru muncul setelah itu. Tak ada yang bisa menghalangi Erik mendaki, bahkan kondisinya saat ini. Ia telah berjanji akan terus mendaki. “Saya ingin terus mendaki selama saya bisa,” kata Weihenmayer.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here