Ngunyah Semangkuk Obat Awet Muda Di Bakso Remaja Kartopuran

0
452
Bakso Remaja Kartopuran, foto: dok

Onweekend – Bakso adalah makanan yang terlalu digemari masyarakat Indonesia. Olahan daging ini bisa ditemukan kapan pun dan tak pernah mati, bahkan di musim kemarau. Bakso juga kaya cerita. Bahkan generasi 90an pasti masih ingat lagu “Abang Tukang Bakso” yang pernah dibawakan penyanyi cilik Melisa.

Ada sangat banyak kedai atau restoran bakso di Indonesia. Tetapi jarang yang mampu bertahan sampai puluhan tahun. Dari sekian banyak cerita kedai bakso, Bakso Remaja di Kertopuran, Surakarta merupakan salah satu yang masih eksis hingga kini.

Bakso Remaja letaknya di jalan kecil di Kartopuran, Kota Solo. Penampakan kedainya tidak mentereng, menempati sebuah toko lawas di sudut jalan. Sederhana dan persis warung bakso kebanyakan. Tetapi kamu harus punya sedikit keberuntungan untuk bisa menyantapnya di tempat karena kedai ini sangat ramai pengunjung.

Apa saja isi dalam semangkuk bakso? Nah, ini pembedanya. Bakso Remaja dibuat dengan daging sapi berteksur lembut dan berisi telur puyuh. Isi telur ayam tentu sudah sangat biasa, juga bisa membuat perut mbelenger. Dalam seporsi bakso terdapat 3 indil bakso telur puyuh, tahu dan pangsit goreng. Seperti Bakso Malang, tetapi bukan. Karena ini Bakso Remaja.

Ibu Endang, pengelola kedai Bakso Remaja Kartopuran mengatakan kedai ini sudah berdiri sejak 1984. Dengan kata lain, usia bakso legendaris ini sama dengan masa kekuasaan Presiden Soeharto. Tetapi tidak ada yang keberatan dengan hal itu. Malah, penggemar baksonya semakin banyak dan banyak. Pengunjungnya bahkan tak sedikit  yang berasal dari daerah lain di dan luar Pulau Jawa.

“Dulu saat pertama buka harganya masih Rp 300,” kata Ibu Endang sambil melayani pembayaran. Penampilan wanita lewat baya ini tak kalah sederhana dari warungnya.

Sekarang, semangkuk bakso dihargai Rp 15 ribu. Harga yang sangat worth it untuk seporsi cita rasa legendaris. Ibu Endang mengaku tak berminat mematok harga tinggi. Sama halnya dengan tampilan kedai, tak perlu renovasi dengan interior restoran, apalagi pindah tempat.

“Nanti kalau pindah rejekinya juga pindah,” katanya seraya tersenyum. Entah kelakar atau serius.

Yang pasti, bakso mania tak boleh melewatkan Bakso Remaja Kartopuran jika berkunjung ke Kota Solo. Kota ini sudah berkembang pesat sejak 5 tahun terakhir. Hotel, pusat belanja dan restoran tumbuh di banyak sudut. Tetapi Bakso Remaja tetap berdiri dan awet muda dengan kesederhanaannya seperti 32 tahun silam. (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here