Museum Bob Marley, Mengenal Lebih Dekat Sang Legenda

0
488
Barack Obama
Barack Obama, foto: ist

OnWeekend – Robert Nesta “Bob Marley” telah pergi 35 tahun silam. Namun liriknya terus menggema saban hari. Karya Bob Marley tak hanya dipanuti penggemar musik Reggae. Lebih jauh, dia merupakan salah satu diplomat kemanusiaan terbaik. Rekam kehidupan musisi legendaris itu masih bisa diputar di Hope Road Kingston, Jamaica.

Itu adalah kediaman Bob Marley yang dibelinya pada 1975. Rumah bergaya klasik-kolonial itu ditempatinya hingga akhir hayat. Karena dorongan yang kuat, istri mendiang Bob, Rita Marley mengubahnya sebagai museum pada 1987, enam tahun setelah Bob wafat.

Sebagai catatan, Bob menjadikan rumahnya sebagai poros aktifitas. Bermusik bersama The Wailers, mencipta lagu, dan merekam dilakukan di rumah ini. Bahkan Tuff Gong, perusahaan rekaman yang didirikan Bob Marley bermarkas di rumahnya.

Kesan terhadap legenda musik Reggae itu langsung terasa sejak berdiri di gerbang museum. Seperti memasuki kediaman raja yang damai. Print play hidup Bob Marley berjejer di tembok pekarangan museum. Dan sebuah patung Bob berdiri dengan gitar sambil mengangkat tangan, mengajak bernyanyi, “There was a buffalo soldier, in the heart of America.”

Omong-omong, Barrack Obama juga pernah berkunjung ke museum ini April tahun lalu.

Museum ini bukan tentang kematian, melainkan soal kehidupan. Ada koleksi piringan album gold dan platinum, yaitu “Exodus” (1977), “Uprising” (1980) dan “Legend” (1984). Koleksi museum yang tak kalah menarik berupa barang-barang pribadi Bob Marley, termasuk tempat tidur dan gitar.

Museum Bob Marley buka setiap Senin-Sabtu mulai pukul 09.30 hingga pukul 04.00. Tur akan berlangsung selam 90 menit, meliputi seluruh bagian museum dan menonton film dokumenter sang legenda. Terdapat kafe untuk bersantai dan tentu saja toko merchandise. (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here