Menyusuri Kepingan Surga di Lombok Barat

0
567
Jalanan Sekotong
Jalanan Sekotong

OnWeekend – Tak ada yang bisa mengelak dari suara Eric Clapton, hampir semua dari kami bergumam mengikuti lirik  lagunya, ada pula yang ikut mengangguk-anggukan kepala, ada juga yang bergumam sembari bersandar di jendela mobil sambil memandang teluk yang tenang.

Selama ini jika kita berbicara tentang Lombok yang akan terlintas hanyalah riuhnya Gili Trawangan atau pantai Senggigi. Kedua tempat itu memang sudah memiliki nama besar dalam cerita wisata. Namun yang hilang dari kedua tempat itu adalah ketenangan, keintiman bergumul bersama alam.

Hari itu kami berempat memutusakan untuk tak memperdulikan kemeriahan yang terjadi di Senggigi. Ya, kami memang sedang berada di Lombok, tepatnya Lombok Barat. Kami berniat melakukan perjalanan menuju arah selatan, ada satu wilayah yang kami dengar belum banyak disentuh oleh wisatawan ketika melancong ke Lombok Barat, yakni Sekotong.

Sekotong adalah wilayah pesisir yang terletak di selatan Lombok Barat, namun walau ia berada di selatan bukan berarti pantainya berhadapan langsung dengan laut Australia, melainkan mengarah ke Utara.

Menyusuri jalanan Sekotong hingga sampai pada lokasi wisatanya saya lantas teringat pada salah satu dialog dalam film AADC 2, saat itu Rangga menjelaskan bagaimana bedanya antara liburan dan travelling. Baginya travelling harus berani mengambil kesempatan, mengambil risiko untuk bertemu dengan hal-hal baru, sebab itulah kami tak ingin berdiam diri di daerah Senggigi yang ramai itu.

Suara Eric Clapton masih menemani sejak kami berangkat pada pukul 9 pagi dari hotel, hingga di tengah perjalanan saya dikagetkan oleh pemandangan yang menurut saya betul-betul menakjubkan. Saat itu jalanan membawa mobil berbelok-belok sampai pada satu tanjakan dan, ya, landscape pelabuhan Lembar terpampang begitu memukau di depan mata.

Kami berempat yang waktu itu sedang asik menikmati alunan gitar Si Slowhand sontak kaget dengan pemandangan tersebut.

Ternyata pemandangan pelabuhan Lembar dari salah-satu sisi jalan menurun adalah pembuka dari segala kejutan yang kami terima saat itu, kejutan yang diberikan oleh alam Lombok Barat. Ada semacam rasa yang aneh ketika mobil kami menyusuri jalan-jalan di Sekotong itu sembari menikmati tembang-tembang Eric Clapton.

Di sisi kiri kami menjulang tinggi tebing-tebing yang berjejeran menampakkan kekuatan alam yang sempurna, sedangkan di sebelah kanan kami terbentang teluk yang tenang, yang di baliknya berjejer juga perbukitan yang hijau, ditambah semilir angin yang berhembus lembut menambah keintiman.

Kenapa saya katakan menyusuri jalan Sekotong adalah kejutan?, sebab bagi pengunjung yang baru pertama kali melewati jalan itu akan dibuat kaget dengan pemandangan yang tiba-tiba tampak di depan, kejutan tersebut didukung dengan kontur jalan Sekotong.

Jadi ketika itu mobil akan dibawa melewati hutan, sampai pada sebuah belokan, dan itu biasanya merupakan jalanan yang menjorok ke laut, anda akan dikagetkan dengan pemandangan yang begitu indah, hal-hal semacam itu akan terjadi beberapa kali, dan selama itu anda akan senantiasa menunggu kejutan pemandangan apa yang akan diberikan di depan sana.

Karena itulah perjalanan menyusuri Sekotong tak akan pernah membosankan, anda sudah merasa berlibur sebelum mencapai spot wisatanya.

Puncak dari kejutan jalanan Sekotong adalah Mekaki, sebuah pantai yang berada di ujung jalan Sekotong. Beberapa saat sebelum sampai di Mekaki kamu akan dibuat kaget oleh pemandangan yang menakjubkan.

Setelah cukup lama berbelok-belok di tengah pemukiman warga dan hutan, pada satu puncak tanjakan yang lumayan curam kamu akan disuguhkan pemandangan yang betul-betul menawan, landscape pantai Mekaki yang berada jauh di bawah sana, serta birunya laut dengan deburan ombak.

Melewatkan spot tersebut tanpa berfoto adalah sebuah kesalahan. Kamu seakan menemukan kepingan surga yang entah bagaimana berada di bumi, apalagi di pantai ini tak banyak pengunjung.

Pantai Mekaki sendiri adalah sebuah pantai yang sangat luas, mempunyai cekungan yang lebar, perpaduan antara putihnya pasir dengan birunya laut serta hijaunya perbukitan.

Bermain dengan ombak di Mekaki yang sunyi tentu adalah sebuah oase, sebuah tempat yang pas untuk benar-benar melupakan segala hal yang memusingkan di dunia ini. Tempat yang cocok untuk merefleksi diri sebelum kembali pada rutinitas. Mekaki adalah tempat bersembunyi dari keriuhan yang terlampau bising.

Puas menikmati pantai Mekaki hingga matahari sudah tergelincir di ufuk timur, kami kembali pulang, dan berarti kembali menyusuri jalanan Sekotong.

It’s time to go home now and I’ve got an aching head, so I give her the car keys and she helps me to bed.”

And then I tell her, as I turn out the light, I say, “My darling, you were wonderful tonight”.

Suara Eric Clapton masih setia menemani perjalanan itu.

Oh my darling, you were wonderful tonight.”

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here