Liburan Sehari di Bukittinggi

0
631
Jam Gadang ramai dikunjungi kala musim liburan, foto: dok

OnWeekend – Bagi yang tak punya banyak waktu untuk berlibur pasti akan mempersiapkan dan menjadwalkan waktu liburan dengan ketat. Mengunjungi satu tempat wisata dan berpindah ke tempat wisata lain perlu mengatur waktu agar semua tempat di satu destinasi dapat dikunjungi. Hal tersebut hanya mungkin dilakukan kalau akan berlibur ke satu kota, tepatnya wisata kota.

Jalan-jalan keliling kota merupakan salah satu cara berlibur dan menghilangkan stress yang cukup ampuh. Selain mencoba kuliner khas daerah yang dikunjungi, menikmati suasana kota juga hal yang menarik dan memiliki sensasi tersendiri.

Di Indonesia banyak kota yang asik untuk dijadikan destinasi liburan. Selain Yogyakarta, Bandung, dan Denpasar yang sudah terkenal sejak lama, di Sumatera Barat juga ada kota yang asik untuk destinasi wisata kota, yaitu Bukittinggi.

Kalau Anda pernah membaca buku sejarah sekolah dulu, pasti sudah tidak asing dengan kata Fort De Kock atau Jam Gadang. Ya, kedua tempat ini memang sudah sangat terkenal dan menjadi bagian dari sejarah serta ikon kota Bukittinggi.

Jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia, mungkin kota Bukittinggi ini boleh dibilang cukup kecil, tak sampai seluas Jakarta atau Surabaya. Ingin membuktikannya sangat mudah. Naik saja ke Jam Gadang, maka akan terlihat seluruh penjuru kota. Di pagi hari banyak orang yang lalu lalang di sekitar Jam Gadang ini. Karena memang menjadi semacam pusat kota.

Mengelilingi kota kelahiran Bung Hatta ini pun tak perlu waktu hingga berhari-hari. Satu hari di Bukittingi sudah cukup, semua tempat destinasi wisata dapat dikunjungi.

Ingin ke Pasar Atas, Pasar Lereng dan Pasar Bawah Anda tinggal berjalan kaki dari Jam Gadang. Kurang dari 5 menit sudah sampai ke Pasar Atas. Di ketiga pasar ini menjual bermacam-macam barang dan keperluan.

Geser sedikit, masih disekitar Jam Gadang, Anda akan bertemu jalan menuju Benteng Fort De Kock. Jaraknya kurang lebih 1,1 km dari Jam Gadang. Disana Anda akan melihat benteng peninggalan Belanda yang didirikan pada masa pemerintahan Hendrik Merkus de Kock.

Setelah melihat-lihat benteng, jika ingin ke perpustakaan Bung Hatta juga bisa ditempuh dengan jalan kaki. Kurang lebih jaraknya 2 km atau 15 menit waktu tempuh dengan jalan kaki. Letak perpustakaan yang kini menjadi Perpustakaan Nasional Indonesia itu di komples Walikota Bukittinggi di Jalan Kusuma Bakti.

Jika terasa penat berjalan kaki setelah dari Perpustakaan Bung Hatta, Anda bisa menyewa Bendi (Delman) untuk mengantar ke beberapa tempat wisata selanjutnya. Namun, Anda mesti pintar-pintar menawar harga sewa Bendi. Karena kadang Pak Kusir membuka harga sewa selangit, apalagi ketika musim liburan.

Yang jelas, Anda dapat menikmati suasana Kota Bukittinggi yang nyaman tanpa menghabiskan waktu berhari-hari dan juga tanpa merogoh kocek dalam-dalam. Jadi, kapan Anda akan berencana ke Bukittinggi? (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here