Ketika Google Menjaga Privasi Seekor Sapi

0
425
foto: ist

OnWeekend – Setidaknya ada 2 alasan kenapa sensor menjadi sangat penting. Pertama, keberadaan sensor menjadi cara untuk membatasi publik untuk mendapatkan konten-konten yang  dianggap tidak layak untuk dikonsumsi secara bebas. Konten seperti gambar pornografi atau vulgar, tayangan kekerasan hingga ucapan-ucapan kotor menjadi hal yang lumrah untuk disensor. Kedua, sensor juga bisa bertindak sebagai penjaga privasi seseorang. Mereka yang tidak ingin terumbar identitasnya menjadi target utama dari sensor.

Untuk alasan yang kedua, Google sebagai perusahaan besar di dunia juga tengah melakukan aktivitas sensor dan mengaplikasikannya dalam teknologi ciptaan mereka. Fitur Google Street View yang diluncurkan pada tahun 2007 telah mengaktifkan teknologi sensor secara otomatis. Fitur tersebut diperoleh dari hasil pantauan kamera yang terpasang di atas sebuah mobil dari Google. Keberadaan kamera tersebut adalah untuk memetakan jalan-jalan di seluruh dunia. Untuk membantu menjaga privasi, perangkat lunak yang digunakan akan secara otomatis mengaburkan wajah manusia.

Ternyata bukan hanya manusia yang dijaga privasinya, seekor sapi pun tak luput dari sensor berupa blur di wajahnya. Seekor sapi berwana hitam-putih yang sedang makan rumput di pinggir sungai tampak wajahnya menjadi mengabur. Potret sapi tersebut dihasilkan oleh kamera Google di Coen Fen, Cambrigde. Kemunculan gambar tersebut pun menuai respon dari berbagai kalangan.

foto: ist
foto: ist

David Shariatmadari dari harian Inggris, The Guardian, menyoroti pemandangan itu dalam twitter-nya dan sudah disebar lebih dari 9.000 kali. Shariatmadari kemudian melihat ‘perlakukan khusus’ atas sapi tersebut, lalu mengunggahnya di Twitter, dan mengatakan ‘hebat bisa melihat Google memperlakukan privasi sapi dengan serius’.

Google mengakui ‘terlalu antusias’ dengan teknologi mengaburkan wajah tersebut. Dilansir dari BBC, Seorang juru bicara Google mengatakan, “Kami pikir Anda menarik satu ekor ketika kami menggiring kawanan sapi, tapi jelas bahwa teknologi memburamkan wajah yang dimiliki Google terlalu antusias mengambil gambar.

“Tentu saja, kami tidak iri pada ketenaran sapi ini.”

Mungkin apa yang dilakukan Google perihal sensor yang berlebihan terinspirasi dari Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI yang menyensor seorang atlit renang dalam sebuah pertandingan renang dengan dalih “menjaga moral bangsa”. (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here