Ini Calendar Event Lombok-Sumbawa di 2017

0
523
Air terjun mata jitu, Dusun Oiramu, Desa Labuhan Aji, Sumbawa
Air terjun mata jitu, Dusun Oiramu, Desa Labuhan Aji, Sumbawa, foto: dok

OnWeekend – Pemerintah daerah NTB dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) me-launching Calender of Event Lombok-Sumbawa 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (16/12) lalu.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal, mengatakan Calender of Event Lombok-Sumbawa 2017 untuk menjaga atmosfer pariwisata di NTB yang selalu punya atraksi menarik bagi wisman.

“Tahun 2017 kita akan menampilkan 22 even pariwisata. Event unggulan ini tersebar di 10 kabupaten dan kota NTB. Silahkan datang ke NTB,” kata Faozal.

Lombok Sumbawa, lanjut Faozal, memiliki daya tarik wisata yang bertumpu pada budaya, alam,  dan buatan. Daya tarik itu akan ditampilkan dalam berbagai event menarik selama satu tahun atau sebagai calender event.

Event yang akan dilaksanakan tersebut adalah, Lombok Sumbawa Great Sale (1 Januari-30 Januari); Pesta Rakyat Bau Nyale (Februari); Festival PesonaLawata, Festival Pesona Tambora (11-19 April), Lombok Sumbawa Pearl Ferstival (10-12 Juni), Bulan Pesona Lombok Sumbawa (18 Agustus-16 September); Festival Pesona Mentaram (21-23 Agustus); Festival Pesona Senggigi (16 September-19 September); Mandalika Tour D` Lombok (22-23 September); Festival Pesona Lakey, Festival Pesona Gili Indah (5-6 November);  International Halal Travel Fair, dan Rinjani Golf Turnament (10 Desember).

Dua event terakhir menunjukkan bahwa di akhir tahun pun mereka sangat serius memanfaatkan momentum akhir tahun. Faozal menambahkan, hal ini sekaligus terus mendukung country branding pariwisata nasional Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia yang telah mendunia.

“Country branding Pesona Indonesia dan Wonderfu Indonesia ini semakin diperkuat dengan destination branding yang dimiliki daerah NTB, terutama setelah menang WHTA 2016,” kata Faozal.

Faozal juga menyampaikan bahwa Calender of Event ini juga merupakan komitmen Pemerintah Provinsi NTB kepada dunia, sekaligus mempertegas posisi tawar Lombok dan Sumbawa dalam persaingan pariwisata internasional.  “Keyakinan ini juga diperkuat lagi dengan antusias para wisatawan dari Timur Tengah karena faktor kemenangan kami lagi di WHTA 2016,” katanya.

Untuk urusan potensi alam, kata Faozal, Lombok tidak ada habisnya untuk dieksplorasi. Potensi alam  NTB berupa keindahan bawah laut, pantai, gunung, hutan, beranekaragam hayati, serta  potensi budaya menempatkan pariwisata NTB memiliki daya saing kuat.

“Lombok-Sumbawa  memiliki kekayaan budaya yang unik dan heterogen, berupa suku, bahasa, tradisi dan adat istiadat seperti Bali, Sasak, Samawa dan Mbojo. Kekayaan budaya ini kita tampilkan dalam event-event menarik yang sudah kami launching ini,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (DBP3N Kemenpar) Esthy Reko Astuty menambahkan, Peluncuran kalender event pariwisata tersebut sebagai upaya mempromosikan dan meningkatkan kunjungan serta lama tinggal wisatawan ke NTB yang pada 2017 mentargetkan 4 juta kunjungan wisatawan,  sekaligus mendukung program Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia dalam mencapai target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan 265 juta wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air pada 2017.

“NTB memiliki Mandalika sebagai kawasan resort kelas dunia yang ditetapkan sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas  atau ‘Bali Baru’  yang akan menarik kunjungan wisman dan wisnus. Dengan diluncurkannya kalender event pariwisata Lombok-Sumbawa 2017 merupakan upaya untuk mempromosikan destinasi Mandalika,” kata Esthy Reko Astuty.

Acara launching  calender of event Lombok-Sumbawa 2017 dihadiri pejabat di lingkungan Kemenpar, DPR dari Dapil NTB, tokoh masyarakat NTB, bupati dan walikota se-NTB, industri pariwisata,  serta masyarakat NTB di Jabodetabek. Pada kesempatan para pelaku bisnis (industri) pariwisata NTB menggelartable top dengan industri pariwisata DKI Jakarta. (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here