Di Masa Depan, Kamu Tak Perlu Repot-repot ke Bioskop

0
577
Ilustrasi gadget apple
foto: just-mobile.com

OnWeekend – Mungkin dikemudian hari kita tak perlu lagi repot-repot merencanakan mau nonton atau takut ketinggalan film yang sedang tayang di bioskop. Pasalnya, Apple sedang mencoba menyediakan film rental terbaru kepada para penggunanya.

Seperti diberitakan oleh Bloomberg yang dikutip The Verge, Apple sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa rumah produksi terkait hal ini. Beberapa sumber menyebut bahwa Apple akan menghadirkan film-film yang masih tayang di bioskop ke dalam iTunes.

Hal ini tentunya akan merusak hubungan yang telah sebelumnya memanas diantara rumah produksi dengan beberapa penyelia bioskop, walaupun sebenarnya hal ini seakan akan menjadi gambaran seperti apa industri perfilman akan berkembang dikemudian hari.

Namun, nampaknya para pecinta film perlu merogoh kocek lebih dalam untuk menghadirkan tayangan film terbaru ke genggaman tangan. Kabarnya Apple akan memasang harga yang cukup mahal untuk film film rental kepada para penggunanya.

Hanya butuh dua minggu untuk dapat melihat film di rumah sendiri.

Menurut Bloomberg, Apple telah bertemu dengan 20th Century Fox, Warner Bros, dan Universal Pictures agar dapat menghadirkan film–film ke rumah para penggunanya hanya dalam waktu dua minggu. Tidak dipungkiri lagi jika ini benar terjadi, maka iTunes akan menambah lagi daftar konten unik mereka dan akan langsung bersaing dengan kompetitor seperti Netflix dan Amazon. Walaupun musik di Apple berkembang dengan cepat, setelah memiliki lebih dari 20 juta pelanggan, acara TV dan filmnya sedikit tertinggal dibanding kompetitornya. Mungkin saja dengan adanya ide baru ini akan membuat perubahan dalam hal tersebut.

Langkah ini tentunya merupakan sebuah langkah yang berani dan cukup besar karena akan berpengaruh kepada industri besar ini kedepannya. Rumah produksi saat ini sebenarnya telah memberikan hak ekslusif kepada penyelia bioskop seperti AMC dan Regal Entertainment terhadap film-film baru selama 90 hari.

Namun, dengan kian merosotnya trend dan jumlah pengunjung bioskop, mereka telah mencari strategi lain untuk meningkatkan pendapatannya. Sean Parker dari Napster telah menampilkan salah satu strategi kepada CinemaCon pada awal tahun ini : Dia menamainya dengan sebutan ‘Screening Room’, sebuah layanan streaming yang menawarkan para penikmat film untuk menonton film ini pertama kalinya dengan membayar sebesar 50$ per sekali penanyangan. Solusi seperti ini bisa berarti bahwa bioskop  bukanlah satu-satunya media yang esensial dalam melihat film.

Para Penyelia Bioskop melawan trend ini, tetapi ini  adalah masa depan.  

Wajar sebenarnya para penyelia bioskop tidak terlalu senang dengan prospek tersebut. Bahkan telah menunjukkan perlawanan mereka terhadap cara-cara alternatif seperti itu. Para penyelia bioskop pernah melakukan boikot terhadap film Paranormal Activity: The Ghost Dimension ketika rumah produksinya Paramount memutuskan untuk menyebar luaskan film tersebut setelah hanya 17 hari penayangan di bioskop.

Di tempat lain, Netflix pun pernah hanya dapat menanyangkan Beast of No Nation di bioskop bioskop indie setelah jadwal penayanganya berbenturan dengan jadwal release di streaming, yang tentunya menurut para penyelia besar akan membuat mereka merugi. Padahal hal tersebut nyatanya hanya dalam waktu 10 hari film ini telah ditonton lebih dari 3 juta kali.

Persoalan lainya tentunya tentang pembajakan. Tapi banyak juga yang berharap bahwa dengan menampilkan penanyangan secara dini dapat sedikit menanggulanginya dan iTunes tentunya  akan memberi enksripsi dalam konten tersebut sehingga sulit untuk diretas, walaupun tidak menutup kemungkinan para pembajak tersebut bisa melihat kelemahan dalam enkripsi tersebut.

Jadi, Ya ini adalah masa depan, dimana film-film ini akan di release  menjadi bentuk yang lebih kecil dan ringkas sehigga dapat dinikmati dimanapun dan kapanpun. Dalam hal ini Apple sangat cerdas mengambil tindakan, mereka cepat melihat trend perubahan yang memudahkan para penggunanya. Hal ini pun didukung oleh para sutradara besar seperti James Cameron dan J.J Abrams yang mendorong industry ini lebih memasuki pasar streaming. Sepertinya hanya masalah waktu sebelum semua hal ideal ini yang memanjakan pengguna serta penikmat film untuk hadir secara penuh.

 

Kontributor: Aditya Permana

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here