Cassandra De Pecol dan Kabut Patriarkis

0
1230
Cassandra De Pecol
Cassandra De Pecol, foto: gtp.gr

OnWeekend – Cassandra De Pecol menyembunyikan sesuatu yang sangat penting ketika memutuskan traveling keliling dunia pada 2014. Dia sedikit berbohong dengan hanya menajuk perjalanannya sebagai “World Peace Tourism”. Misi Cassandra lebih dari itu, pengakuan setara lelaki dan perempuan.

Maret 2015, tiga bulan sebelum Cassandra memulai safari, dia mengirimkan aplikasi pemecahan rekor “Guinness World Book Record” untuk kategori Fastest Time to Visit All Sovereign Countries atau orang tercepat yang mengunjungi seluruh negara di dunia. Tanpa berlama-lama menunggu, Cassandra berangkat setelah visanya rampung. Satu demi satu negeri orang disinggahi tanpa menghiraukan rekor dunia dan ba bi bu lainnya.

Enam bulan menjelajahi negeri-negeri asing, Cassandra baru mendapat email balasan dari Guinness World Record Book. Isinya kira-kira begini, “Menindaklanjuti permohonan tersebut, kami sekarang memutuskan memisahkan rekor berdasarkan kategori gender, pria dan wanita.”

Cassandra, ketika menerima email itu telah menempuh 133 negara, kecewa bukan kepalang. Pemisahan rekor atas nama gender menurutnya sangat tidak masuk akal. Bagaimanapun, dia telah melakukan hal yang bisa dilakukan pria, bahkan lebih baik.

“Mengapa wanita harus butuh waktu lebih lama untuk mengelilingi setiap negara daripada pria? Ada di antara kalian yang mampu menjelaskan ini?” ujar Cassandra dalam keluh kesahnya di Fanpage Expedition 196. Ini merupakan laman khusus perjalanannya ke 196 negara.

Cassandra sungguh tak bisa menerima hal itu secara nalar. Misinya telah berlangsung. Dia menginginkan rekor manusia tercepat, bukan pria bukan wanita. Tetapi pengumuman itu datang bagaikan vonis paling merugikan. Perempuan berusia 27 tahun ini berusaha sebisa mungkin memahami keadaan itu. Perbedaan rupanya masih hidup langgeng.

“Apakah wanita mendapatkan visa lebih lama dari pria? Atau mereka berjalan kaki lebih lama?” katanya.

Pemisahan pria dan wanita sangat maklum dalam pertandingan tinju, marathon, atau olahraga lain. Tetapi ini traveling. Apa yang membedakan traveling wanita dan pria? Cassandra melontarkan pertanyaan demi pertanyaan. Dia berusaha tidak larut dalam semangat feminis, tetapi dunia ini mungkin serba patriarkis, dalam kesadaran maupun tidak.

Dalam olahraga pun bukan tidak pernah wanita mengasapi pria. Gertrude Eterle, perenang putri AS mengukir rekor merenangi Selat Inggris. Lebar antara bibir selat di Dover (Inggris) dan Cap Griz-Naz ialah 34 km. Bagaimana seorang wanita mampu menyeberangi lautan sebegitu jauh. Ya, pertanyaan ini sangat misterius, sama halnya orang-orang membahas UFO atau Bermuda. Sayangnya ini fakta. Gertrude melakukannya pada 6 Agustus 1926 selama 14 jam 30 menit.

Gertrude mematahkan rekor Mathew Webb, pria sekaligus manusia pertama yang merenangi Selat Inggris pada 1875. Waktunya 22 jam, jauh dibandingkan pencapaian seorang wanita. Sementara rekor yang dipegang Eterle bertahan hampir seperempat abad. Dia gugur sebagai petahana ketika perenang AS, Florence Chadwick menyeberangi selat itu pada 1950 dalam waktu 13 jam 20 menit. Dan Florence adalah wanita.

Sekeras apa pun Cassandra bersuara, inilah yang terjadi. Padahal dia tidak bermaksud menunjukkan pada dunia bahwa wanita sanggup mengalahkan pria.

“Aku bukan feminis, dalam hal apapun bukan. Tetapi lihatlah, aku melakukan (traveling) dengan giat, menanggung beban mental dan psikis setiap hari yang mungkin tidak seorang pun tahu,” ujarnya.

Seorang manusia—tak peduli dia pria atau wanita, menjelajahi 196 negara dalam waktu kurang dari dua kalender. Tentu saja ada bertumpuk-tumpuk kesulitan yang dihadapi. Dia harus mengurus visa sekali dalam beberapa hari, berpindah negara tiap dua hari menggunakan transportasi apa pun. Dia pun harus berinteraksi dengan masyarakat lokal, memenuhi undangan instansi, dan membuat beberapa foto. Tidak ada yang mengatakan itu mudah.

Atau satu-satunya alasan pembenar adalah segala sesuatu di dunia ini harus dipisahkan antara pria dan wanita? (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here