Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Terburuk ke-2 di Dunia untuk Berkendara

0
691
Macet di Bogor
Macet di Kota Bogor, foto: republika.co.id

OnWeekend – Kota Bogor dikenal memiliki banyak sebutan yang mencitrakan dirinya. Ada yang menyebut bahwa kota Bogor adalah kota hujan. Bahwa intensitas curah hujan yang lebih tinggi ketimbang kota-kota disekitarnya yang menjadi acuan kenapa Bogor dikenal dengan sebutan kota hujan. Hampir sepanjang tahun Bogor akan diguyur hujan, meskipun musim hujan belum tiba sekalipun.

Kemudian Bogor juga dikenal dengan sebutan kota ‘’seribu angkot”. Julukan ini berdasarkan atas tingginya jumlah armada angkutan umum yang setiap harinya wara-wiri di jalanan kota Bogor. Bagi kamu yang tinggal atau sering menyusuri kota Bogor pasti paham dengan julukan tersebut. Berdasarkan data Organda pada 2012 setidaknya ada sekitar 3.412 angkot yang setiap harinya beroperasi di jalanan kota Bogor.

Seakan tak puas dengan dua julukan di atas. Baru-baru ini kota Bogor telah menyabet julukan baru. Sebuah survei yang dilakukan oleh Waze baru-baru ini menobatkan Bogor sebagai kota terburuk untuk berkendara ke-2 di dunia.

Dengan indeks kepuasan di angka tertinggi 10, Bogor mencatatkan indeks 2,1 dengan ranking 185 dari 185 kota di dunia. Indeks kemacetan 3,2, kualitas jalan 2,6 dan ekonomi sosial 1,1.

Sedangkan Kota Cebu, Filipina, ranking pertama dengan indeks kepuasan 1,1 atau terburuk, dari hal kualitas jalan, lalu lintas dan keselamatan. Di peringkat ke-3 ada San Salvador di El Savador.

Bahkan walikota Bogor, Bima Arya pun tak menampik dengan hasil survei keluaran Waze tersebut. Menurutnya keadaan lalu lintas di Bogor memang buruk. Pesatnya pertumbuhan kendaraan yang tak diimbangi dengan bertambahnya ruas jalan menjadi biang keladi persoalan lalu lintas di kota Bogor.

“Pertumbuhan kendaraan sebesar +13%, sementara pertumbuhan jalan 0,1% per tahun, jadi tidak sebanding,” jelas Bima, dikutip dari liputan6.com.

Survei ini berdasarkan pada pengalaman 20 ribu pengguna aktif per bulan dari aplikasi Waze di 38 negara dan 235 kota yang menganalisis enam faktor yaitu; lalu lintas, kualitas, keamanan jalan, servis pengemudi, sosial ekonomi dan kebahagian serta saling bantu antar komunitas pengguna Waze.

Bogor sebetulnya bukanlah satu-satunya kota dari Indonesia yang masuk kedalam daftar merah sebagai kota yang tidak ramah untuk berkendara. Indonesia memberikan kontribusi paling besar untuk perwakilan kota dengan tingkat kepuasan terburuk dalam berkendara. Setidaknya, Jakarta, Surabaya, Bandung dan Denpasar mendapat rapor merah dengan rata-rata tingkat kepuasan tidak lebih dari angka 4. (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here