9 Tipe Orang yang Tidak Akan Sukses Dipekerjaannya

0
901
Ilustrasi pekerja
Ilustrasi pekerja, foto: fraserinstitute.org

OnWeekend – Ilmu Pengetahuan serta pengalaman seseorang sekarang bukanlah menjadi faktor utama penentu sukses di dunia kerja. Banyak faktor selain faktor di bidang akamedis yang akan membuat kamu sukses dalam pekerjaan.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang peneliti ekonomi dari Harvard, David Deming, yang melakukan penelitian di tempat kerja dari tahun 1980 sampai sekarang. Deming menemukan bahwa orang-orang yang memiliki kemampuan sosial lebih baik akan cenderung lebih berkembang dalam pekerjaanya sekitar 24%, jika dibanding dengan orang-orang yang bekerja mengandalkan kemampuan teknis serta kemampuan intelektual. Terlebih lagi, lanjut Deming, naiknya gaji terlihat dipekerjaan yang lebih mengutamakan kemampuan sosial.

Dengan semakin meningkatnya kemampuan sosial yang dibutuhkan di dunia kerja, orang- orang yang kurang memiliki kemampuan sosial yang baik akan terlihat seperti seekor zebra ditengah kumpulan para kuda. Kita mungkin mengenal tipe-tipe seperti ini: Orang-orang yang tidak berhenti berbicara saat kamu sedang mengejar deadline, orang-orang yang dengan mudahnya mendapat penghargaan dari ide kita sendiri, atau orang-orang yang membuat kamu untuk memperbaiki kesalahan yang dibuatnya semalam suntuk, dll.

Banyak sekali  sebenarnya orang-orang pintar, yang selalu bekerja keras sepanjang waktu. Tetapi, amat disayangkan kebanyakan dari mereka tidak memiliki kemampuan sosial yang baik dan membuatnya tidak berhasil dengan sukses didalam pekerjaanya. Kemampuan sosial serta kesadaran diri merupakan hal yang penting dan bersumber dari Emotional Intelligence (EQ).

Penelitian TalentSmart  pun pernah merilis hasil bahwa lebih dari satu juta orang menunjukkan bahwa sebesar 58% peforma kerja mereka ditentukan oleh emotional Intelligence tersebut. Sementara orang- orang yang memiliki Emotional Intelligence yang kurang akan mengalami kerugian.

Lalu tipe –tipe seperti apakah orang-orang yang memiliki Emotional Intelligence yang buruk? Dikutip dari huffingtonpost.com, berikut sembilan tipe orang yang sulit dalam karirnya.

  1. Si pengecut

Ketakutan sebenarnya merupakan motivator pendorong yang kuat. Itulah mengapa dalam kampanye politik pemilihan presiden misalnya, banyak kandidat yang dilandasi rasa takut menyebut lawannya akan “menghancurkan ekonomi” jika terpilih, atau di dunia periklanan, karena rasa takut iklan-iklan banyak yang berlomba untuk menjelekkan produk yang lain dari mereka. Sedangkan, Jika didalam dunia kerja contohnya adalah banyak para pekerja yang demi menutupi kesalahanya dia lantas menyalahkan rekan-rekanya yang lain. Orang-orang seperti ini telah gagal dalam memperjuangkan apa yang benar.

  1. Sang Dementor

Didalam novel karangan J.K Rowling yaitu Harry Potter terdapat suatu makhluk yang disebut Dementor. Makhluk ini diceritakan dapat menghisap jiwa kehidupan manusia dan hanya menyisakan raganya saja. Jika Dementor ini memasuki sebuah tempat, maka tempat itu pun akan menjadi gelap dan dingin dan orang-orang akan dibuatnya mengingat memori paling kelam yang mereka punya. Rowling mengatakan bahwa inspirasi dalam membuat sosok dementor ini berasal dari orang-orang yang berfikiran negatif dan pesimis. Orang- orang bertipe seperti ini seakan menghisap seluruh kehidupan diruangan yang mereka kunjungi, memenuhi dirinya sendiri dengan pandangan yang tidak memiliki manfaat dan mereka seakan menginjeksi  ketakutan kepada rekan-rekan kerjanya.

  1. Orang yang sombong

Tipe orang-orang yan sombong ini sangatlah membuang waktu anda dalam bergaul dengan mereka, karena dalam setiap kesempatan orang-orang seperti ini hanya melihat segala apa yang anda lakukan adalah sebuah tantangan kepadanya. Kesombongan ini berbanding terbalik dengan rasa percaya diri, dan malah cenderung berasal dari keadaan seseorang yang insecure. Universitas Akron membuat sebuah penelitian yang menjelesakan bahwa orang-orang yang sombong ini sebenarnya memiliki masalah dalam dunia pekerjaan, mereka memiliki peforma kerja yang rendah dan cenderung memiliki lebih banyak memiliki masalah dibanding orang-orang secara umum.

  1. Para pemikir berkelompok

Tipe orang seperti ini selalu mencari jalan termudah dalam menyelesaikan persoalan dan terkenal sering mengatakan “Ini adalah cara yang biasa kita lakukan dalam menyelesaikannya”. Jika kamu merasa kamu telah dicuci otaknya oleh pendapat mayoritas orang-orang didalam sebuah kelompok, berhati hatilah karena mendukung status quo tidak akan membuat anda menjadi lebih baik.

  1. Terlalu cepat merubah rencana

Orang-orang yang berfikir seperti ini cenderung untuk menyalahkan segala pencapaiannya atas sedikitnya peluang yang ia dapat sementara orang lain mendapatkan hasilnya karena memang menunjukkan kerja keras dan konsistensinya. Orang-orang jenis ini umumnya tidak menyadari bahwa ternyata dikarenakan oleh sikapnya yang cepat berubah menghalangi mereka untuk dapat meraih kesuksesan.

  1. Orang yang tempramental

Beberapa orang ada yang benar-benar tidak dapat mengontrol emosi meraka. Mereka yang sangat suka sekalat mengontrol emosi merakanghalangi mereka untuk dapat meraih kesuksesan.apatkan hasilnya karena mi melemparkan emosianya terhadap orang lain dan menyalahkan sepenuhnya kemarahan mereka disebabkan oleh orang tersebut. Orang-orang yang memiliki tempramen tidak bagus seperti ini cenderung tidak dapat memiliki kinerja yang bagus karena segala keputusannya cenderung dipengaruhi oleh sikap emosionalnya semata.

  1. Merasa Sebagai korban

Orang-orang seperti ini akan melihat segala kesulitan yang dihadapinya adalah akibat dari kesalahan orang lain yang dilemparkan kepadanya.  Mereka cenderung tidak dapat melihat bahwa kesulitan-kesulitan ini sebenarnya bisa dijadikan pembelajaran untuk menjadi lebih baik kedepannya.

  1. Si terlalu penurut

Terkadang kita hanya bisa mengasihani orang-orang seperti ini. Dimana dia hanya sekedar menuruti kehendak atasan tanpa benar-benar mengerti bahwa terkadang hal itu membuatnya tidak menjadi lebih baik. Terkadang tidak mengapa untuk berkata tidak, tidak mengapa untuk me’nego’ gaji kamu atau mempertanyakan tentang hal-hal tertentu. Karena anda akan mendapatkan respek dari orang lain karena mempertahankan apa yang anda pandang benar.

  1. Si tukang minta maaf

Orang-orang yang tidak memiliki rasa percaya diri cenderung mudah untuk meminta maaf atas segala ide dan tindakannya. Tidak mengapa untuk minta maaf jika memang kamu bersalah, tetapi akan menjadi tidak baik jika kamu terus menerus meminta maaf atas segala perbuatan  yang memang belum tentu menjadi kesalahan kamu. Kamu  harus belajar untuk menjadi lebih  percaya diri dalam mengeluarkan gagasan ide kamu, tanpa harus merasa minder dan takut melakukan kesalahan dan menganggap bahwa dengan minta maaf maka segala urusan bisa selesai. (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here