6 Kekeliruan Berbahasa Indonesia yang Sering Dijumpai

0
650
Buku pelajaran bahasa Indonesia
Ilustrasi buku pelajaran bahasa Indonesia, foto: ist

OnWeekend – Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan, ia yang menyatukan pelbagai bahasa yang ada di Indonesia. Walaupun bahasa Indonesia adalah bahasa yang kita gunakan sehari-hari, namun masih banyak ditemukan kesalahan pengucapan atau penulisan. Nah, berikut ini Onweekend berikan 6 kekeliruan berbahasa Indonesia yang sering ditemukan.

Risiko bukan resiko

Sering kita mendengar seseorang mengucapkan kata resiko, namun tak banyak yang tahu bahwa kata resiko tak pernah ada dalam bahasa Indonesia, sebab yang tercantum dalam kamus adalah “Risiko”, bukan “resiko”, yang berarti akibat yang kurang menyenangkan.

Mengubah bukan merubah

Mungkin kata ini yang paling sering kita jumpai kesalahannya, banyak yang menggunakan kata “Merubah” ketika berbicara tentang sesuatu yang berkembang, namun ternyata itu adalah kesalahan, yang benar menurut KBBI adalah “mengubah”. Sebab dasar katanya “ubah”, sedangkan “merubah” dasar katanya “rubah”.

Saus bukan saos

Kita banyak menemukan pengucapan “saos” yang merujuk pada bumbu yang sering jadi penyedap mie instan, tapi ternyata itu salah , menurut KBBI yang benar adalah “Saus”.

Penempatan “di”

Banyak dari kita yang masih sering keliru saat menempatkan “di”, bahkan di beberapa media nasional kerap kita temui kesalahan ini. “Di” ketika disandingkan dengan kata sifat maka harus disambung, namun jika disandingkan dengan kata tempat maka ia harus dipisah.

Silakan bukan silahkan

“Silahkan duduk”, “silahkan masuk”. Seringkali kita jumpai kata-kata tersebut, tanpa sadar memang kita kerap juga menggunakannya, namun ternyata KBBI tidak mengenal kata “silahkan”, yang benar adalah kata “silakan”.

Sekadar bukan sekedar

Ini juga salah-satu kata yang sering disalah-ucapkan, atau salah tulis. Yang benar adalah Sekadar bukan sekedar. (*)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here